Fitria Damayanti
Software Developer & Security Specialist
Setelah dua setengah tahun menyelesaikan studi S2 Teknologi Informasi di UGM, aku menghadapi pertanyaan yang sama dari banyak orang: "Kerja di mana? Di Jakarta? Di perusahaan apa?"
Aku tersenyum. Lalu menjawab: "Aku pulang ke kampung."
Ada yang heran. Ada yang bertanya ulang, seolah tidak percaya. Ada yang diam, tapi matanya berkata, "Sayang sekali."
Bukan karena aku gagal
Aku tidak pulang karena tidak punya peluang. Aku punya pengalaman kerja remote 4 tahun sebagai software developer. Aku pernah bekerja di perusahaan cybersecurity. Aku juga sempat mengajar di Binar, membagikan ilmu tentang frontend development.
Tapi ketika ibuku sakit—gula darahnya naik sampai 372—aku sadar: karir bisa aku kejar nanti. Tapi waktu bersama ibu tidak bisa aku ulang.
Hidup di kampung bukan mundur
Banyak yang bilang aku "tertinggal". Aku tidak marah. Aku hanya merasa mereka tidak tahu apa yang aku lihat setiap hari.
Aku melihat ibu yang masih semangat walaupun badannya lelah. Aku melihat ibu yang tetap tersenyum meski gula darahnya naik turun. Aku belajar bahwa kesabaran itu bukan diam, tapi tetap hadir walau hati kadang lelah.
Aku juga belajar bahwa teknologi tidak harus selalu untuk startup atau korporasi. Teknologi bisa sederhana. Bisa untuk mencatat gula darah ibu. Bisa untuk mengajari keponakanku menggunakan gadget dengan bijak. Bisa untuk membangun rumah baca kecil-kecilan di desa.
Aku tetap berkarya
Dari rumah, aku membangun personal website dengan Next.js. Aku menulis blog. Aku belajar database Supabase. Aku tetap ngoding, tetap belajar, tetap mencari pelanggan untuk proyek freelance.
Aku juga masih mengajar. Bukan di kampus, tapi di kajian. Bukan tentang kode, tapi tentang kehidupan. Dan aku sadar, mengajar itu tidak harus di ruang kelas. Mengajar bisa dari hati ke hati.
Ini pilihanku, dan aku tidak menyesal
Aku tidak tahu kapan aku akan kembali ke dunia profesional sepenuhnya. Mungkin tahun ini, mungkin tahun depan. Tapi satu hal yang aku yakini: waktu yang aku habiskan di samping ibu sekarang, tidak akan pernah aku sesali.
Karena pada akhirnya, yang paling membanggakan bukan gelar atau jabatan. Tapi bisa hadir saat ibu membutuhkan.
— Fitria Damayanti
S2 Teknologi Informasi UGM
Merangin, 2026
Published on April 6, 2026
Continue Reading
Coming soon
More articles will be published here
Stay tuned
Subscribe to get notified about new posts